Rabu, 22 September 2010

pendeva (chapter 1, Panti yang Aneh bag 1)

cerber pendeva ini khusus bwt kamu yang berumur 10 tahun keatas ya.
ini kisah Zae yang berpetualangan di otak para asura bagaimana kisahnya? simak baik2 ya.
    
          Bunda Arisa adalah pemilik sekaligus pengasuh utama sebuah panti asuhan di wilayah pantai prigi, Pulau Jawa. Panti Asuhan itu sangat kental dengan nuansa Cina-India karena berada di perkampungan Cina. Beredar isu dikalangan orang-orang kampung bahwa panti Asuhan itu sangat kental dengan nuansa mistis. Beberapa orang pintar -yang diberi kemampuan melihat hal-hal ghaib- mengatakan bahwa setiap tengah malam ada makhluk bersayap elang, mempunyai postur badan seperti seorang atlet kecuali tubuhnya dipenuhi bulu, bercakar kuat, dan berkepala burung. Makhluk itu sering masuk-keluar dari salah satu Lubang-Bekas-Pintu-Berornamen kuno. Tapi pihak panti menyangkal hal tersebut. Katanya, cerita itu mungkin terbentuk karena panti ini dibangun diatas bekas reruntuhan Kuil Garuda yang terpendam dibawah tanah. Reruntuhan itu ditemukan secara tidak sengaja pada saat membuat pondasi untuk dapur baru.
     
           Memang, beberapa ornamen panti sangat kental dengan nuansa mitos india kuno. Mungkin itu yang menyebabkan panti Kasih Bunda kental dengan nuansa India kuno. Jika kau mengetahui keadaan panti, kau akan merasa aneh. Bagaimana tidak, panti asuhan itu baru berumur 150 tahun, tetapi ornamennya berumur lebih dari 2000 tahun. Hal itu diketahui ketika seorang donatur berkunjung ke Panti. Awalnya, pihak panti tidak mengetahui dia seorang arkeolog. Dia berkata:

 “Wow! Panti yang hebat! Bangunannya banyak berumur lebih dari 2000 tahun! Melalui pengalaman saya sebagai arkeolog, saya mengerti tekstur batu  dan motif pahatan reliefnya”.
  
          Tiba-tiba bunda Arisa marah-marah dengan alasan yang tidak jelas. Katanya mungkin arkeolog itu keliru (padahal jika kau ada disana, kau pasti tahu arkeolog itu benar). Bunda yang terkenal galak itu mengusir arkeolog tadi. Hal yang tidak pernah terjadi pada donatur manapun kecuali arkeolog tadi. Kejadian itu hanya diketahui Bunda Arisa, seorang pembantu panti dan Zaenudin, seorang anak asuh panti Kasih Bunda. Tentunya cerita itu tidak tersebar, dan ditutup rapat-rapat.
  
          Ada sebuah ruangan rahasia di Panti. Para anak asuh menyebutnya Koridor-Rahasia. Memang bunda Arisa selalu menutup Koridor-Rahasia. Pintu koridor itu berhiaskan ular kuno berkepala sembilan. Tak ada yang berani mendekati Koridor-Rahasia. Bunda Arisa memahat peraturan di sebelah pintu dengan Aksara Brahmi yang sangat besar. Tulisan itu cukup bisa dilihat dari jarak 20 meter dan ditulis dalam bahasa Sansekerta. Isi dari tulisan itu adalah:
  
Dari Panti Ketika Ular Lepas Dari Tempatnya,

Barangsiapa yang mendekati pintu ini dalam jarak 5 meter, akan dikenakan hukuman berat yaitu:
1.    potongan jatah makan sebanyak 50% selama sebulan
2.    dikurung di ruang bawah tanah selama seminggu
3.    membersihkan toilet di seluruh panti selama 2 minggu

pengasuh utama panti

Bunda Arisa


BERSAMBUNG...

0 komentar:

Posting Komentar